Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Yang Diperoleh Konseli Setelah Proses Konseling

Juli 01, 2019

Dalam proses konseling yang terjadi antara konselor dan konseli, terdapat lima hal atau pengalaman baru yang bisa didapatkan oleh konseli, diantaranya :

Mengenal Konflik-Konflik Internal
Konseling membantu orang untuk mengenal bahwa masalah-masalah yang dialaminya sesungguhnya bersumber dari konflik-konflik yang ada dalam dirinya dan bukan karena situasi di luar dirinya.

Menghadapi Realitas
Banyak orang menghadapi berbagai masalah dalam dirinya karena kurang mampunya menghadapi realitas. Proses konseling dapat membantu seseorang untuk memperoleh suatu pengalam yang sedemikian rupa sehingga mereka memiliki suatu pemahaman yang lebih baik tentang realitas dan mampu menghadapinya secara efektif.

Mengembangkan Tilikan
Konseling merupakan pengalaman yang dapat membawa orang untuk menemukan siapa dia seseungguhny dan hidup sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

Memulai Hubungan Yang Baru
Konseling memberikan peluang kepada orang untuk memperoleh suatu jenis hubungan yang baru yang mungkin belum pernah diperoleh sebelumnya.

Meningkatnya Kebebasan Psikologi
Banyak orang mengalami kesulitan dan masalah karena dalam dirinya terdapat kekurangan-bebasan dalam menyatakan hal-hal yang bersifat psikologis.

Aspek Penting Dalam Proses Konseling

Juli 01, 2019

Terdapat beberapa aspek yang sangat penting dalam proses konseling, diantaranya:

  • Konseling sebagai suatu proses, artinya adanya proses yang dilakukan oleh klien dan konselor dalam mencapai tujuan yang di harapkan oleh klien. Proses tersebut melalui pertemuan satu sisi atau beberapa sisi, sesuai kebutuhan.
  • Konseling sebagai hubungan terapeutik, artinya hubungan antara konselor dan klien merupakan hubungan yang unik dan terapeutik ysang berusaha mencari penyembuhan masalah klien. Hubungan ini merupakan hubungan interpersonal bukan hubungan impersonal. Dalam hubungan terapeutik terdapat adanya keterbukaan, kepercayaan, ketulusan, penghargaan dan empati.
  • Konseling merupakan usaha bantuan, artinya bantuan yang diberikan konselor merupakan bantuan yang berupa pemahaman diri, penyesuaian diri, peningkatan kepercayaan diri, pembentukan prilaku dasar dan peningkatan keterampilan tertentu. Melalui bantuan tersebut klien merasa lega dan dapat menikmati hidupnya.
  • Konseling mengarahkan tercapainya tujuan klien, artinya konselor mengarahkan klien agar masalahnya dapat teratasi melalui bantuan-bantuan yang diberikan. Tujan akhir dari konseling adalah kebahagian hidup atau terhindarnya seseorang dari masalah-masalah yang mengganggu.
  • Konseling mengarahkan kemandirian klien, artinya setelah tujuan konseling tercapai atau diperolehnya solusi masalah yang di hadapi, klien di harapkan dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah selanjutnya. Ketergantungan terhadap konselor sudah perlu di hentikan karena klien sudah mencapai tahap terminasi dalam proses konseling.

Tahapan Dalam Layanan Konseling Individual

Juli 01, 2019

Dari beberapa jenis layanan bimbingan konseling yang diberikan kepada peserta didik, tampaknya untuk layanan konseling individual perlu mendapat perhatian lebih. Karena layanan yang satu ini bisa dikatakan sebagai ciri khas dari layanan bimbingan konseling, yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus.

Dalam praktiknya, memang strategi layanan bimbingan konseling harus terlebih dahulu mengedepankan layanan – layanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan, namun tetap saja layanan yang bersifat pengentasan pun masih diperlukan. Oleh karena itu, guru BK maupun konselor sudah seharusnya dapat menguasai proses dan berbagai teknik konseling, sehingga bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka pengentasan masalahnya dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Secara umum, proses konseling individual terdiri dari tiga tahapan yaitu:
1. Tahap awal (tahap mendefinisikan masalah);
2. Tahap inti (tahap kerja);
3. Tahap akhir (tahap perubahan dan tindakan).

A. Tahap Awal
Tahap ini terjadi dimulai sejak klien menemui konselor hingga berjalan sampai konselor dan klien menemukan masalah klien. Pada tahap ini beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya :

  1. Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien (rapport).  Kunci keberhasilan membangun hubungan terletak pada terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling, terutama asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan; dan kegiatan.
  2. Memperjelas dan mendefinisikan masalah. Jika hubungan konseling sudah terjalin dengan baik dan klien telah melibatkan diri, maka konselor harus dapat membantu memperjelas masalah klien.
  3. Membuat penaksiran dan perjajagan. Konselor berusaha menjajagi atau menaksir kemungkinan masalah dan merancang bantuan yang mungkin dilakukan, yaitu dengan membangkitkan semua potensi klien, dan menentukan berbagai alternatif yang sesuai, untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi klien.
  4. Menegosiasikan kontrak. Membangun perjanjian antara konselor dengan klien, berisi: (1) Kontrak waktu, yaitu berapa lama waktu pertemuan yang diinginkan oleh klien dan konselor tidak berkebaratan; (2) Kontrak tugas, yaitu berbagi tugas antara konselor dan klien; dan (3) Kontrak kerjasama dalam proses konseling, yaitu terbinanya peran dan tanggung jawab bersama antara konselor dan konseling dalam seluruh rangkaian kegiatan konseling.


B. Inti (Tahap Kerja)
Setelah tahap Awal dilaksanakan dengan baik, proses konseling selanjutnya adalah memasuki tahap inti atau tahap kerja. Pada tahap ini terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :

  1. Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam.
  2. Konselor melakukan reassessment (penilaian kembali).
  3. Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara.

Hal ini bisa terjadi jika :
Klien merasa senang terlibat dalam pembicaraan atau wawancara konseling, serta menampakkan kebutuhan untuk mengembangkan diri dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

Konselor berupaya kreatif mengembangkan teknik-teknik konseling yang bervariasi dan dapat menunjukkan pribadi yang jujur, ikhlas dan benar – benar peduli terhadap klien.

Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak. Kesepakatan yang telah dibangun pada saat kontrak tetap dijaga, baik oleh pihak konselor maupun klien.

C. Akhir (Tahap Tindakan)
Pada tahap akhir ini terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu :

  1. Konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling.
  2. Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan.
  3. Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera).
  4. Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya.

Pada tahap akhir ditandai beberapa hal, yaitu

  1. Menurunnya kecemasan klien
  2. Perubahan perilaku klien ke arah yang lebih positif, sehat dan dinamis
  3. Pemahaman baru dari klien tentang masalah yang dihadapinya
  4. Adanya rencana hidup masa yang akan datang dengan program yang jelas.